Membaca dengan Cara Berbeda: Mengapa Disleksia Perlu Dipahami?

Authors

  • Rilta Mardalena Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Vivik Shofiah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

Disleksia, Membaca, Intervensi

Abstract

Disleksia sering kali dipahami secara keliru sebagai ketidakmampuan belajar atau keterbelakangan intelektual, padahal pada kenyataannya individu dengan disleksia memiliki kecerdasan rata-rata hingga di atas rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk memahami disleksia secara komprehensif sebagai cara membaca yang berbeda serta implikasinya terhadap praktik pendidikan inklusif. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti buku, artikel ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi akademik terkait disleksia. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan mengkategorikan literatur berdasarkan tema-tema utama, meliputi definisi disleksia, karakteristik individu dengan disleksia, dampak akademik dan psikososial, serta strategi intervensi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa disleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang bersifat neurokognitif dan ditandai oleh kesulitan dalam memproses bahasa tertulis, khususnya pada aspek fonologis dan pengenalan kata. Namun demikian, disleksia tidak berkaitan dengan rendahnya tingkat kecerdasan, melainkan dengan perbedaan cara otak memproses simbol dan bunyi bahasa. Pemahaman disleksia sebagai variasi neurokognitif menuntut perubahan paradigma pendidikan dari pendekatan berbasis defisit menuju pendekatan berbasis potensi (strength-based approach). kolaborasi antara lembaga pendidikan, pendidik, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan ramah terhadap keberagaman gaya belajar. Implementasi strategi pembelajaran multisensori, pelatihan fonologis, serta dukungan sosial-emosional yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam membantu anak dengan disleksia mengoptimalkan potensi akademik dan sosialnya. Strategi dan pemahaman yang komprehensif dan penerapan strategi berbasis bukti diharapkan dapat mengurangi stigma terhadap disleksia, meningkatkan kualitas intervensi pendidikan.

References

Abdurrahman, M. (2009). Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). Washington, DC: Author.

Bhatnagar, S. C., Mandybur, G. T., Buckingham, H. W., & Andy, O. J. (2000). Dyslexia: Neurological basis and clinical aspects. Brain and Language, 74(2), 237–239.

Birsh, J. R. (2011). Multisensory Teaching of Basic Language Skills (3rd ed.). Baltimore: Paul H. Brookes Publishing.

Eide, B. L., & Eide, F. F. (2011). The Dyslexic Advantage: Unlocking the Hidden Potential of the Dyslexic Brain. New York: Penguin Group.

Elbro, C. (2010). Dyslexia as a handicap, handicap as a dyslexia. Nordic Psychology, 62(1), 66–79.

Frederickson, N., & Cline, T. (2009). Special Educational Needs, Inclusion and Diversity (2nd ed.). Maidenhead: Open University Press.

Goransson, K., & Nilholm, C. (2014). Conceptual diversities and empirical shortcomings – A critical analysis of research on inclusive education. European Journal of Special Needs Education, 29(3), 265–280. https://doi.org/10.1080/08856257.2014.933545

Humphrey, N. (2002). Teacher and pupil ratings of self‐esteem in developmental dyslexia. British Journal of Special Education, 29(1), 29–36.

Humphrey, N., & Mullins, P. M. (2012). Self‐concept and self‐esteem in developmental dyslexia. Journal of Research in Special Educational Needs, 2(2), 23–26.

Irdamurni, Kasiyati, Zulmiyetri, & Taufan, J. (2018). Analisis kesulitan belajar membaca permulaan pada anak disleksia di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 2(2), 1–10.

Johnson, D. (2004). Dyslexia and Other Learning Difficulties. Oxford: Routledge.

Leisman, G. (2002). Dyslexia and learning disabilities: Integrating multiple perspectives. International Journal of Neuroscience, 112(1), 1–27.

Lyon, G. R., Shaywitz, S. E., & Shaywitz, B. A. (2003). A definition of dyslexia. Annals of Dyslexia, 53(1), 1–14.

National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). (2011). Dyslexia information page. Retrieved from https://www.ninds.nih.gov

National Reading Panel. (2000). Teaching Children to Read: An Evidence-Based Assessment of the Scientific Research Literature on Reading and Its Implications for Reading Instruction. Washington, DC: National Institute of Child Health and Human Development.

Rowan, L. (2010). Learning, Literacy and Dyslexia. New York: Routledge.

Shaywitz, S. (2008). Overcoming Dyslexia: A New and Complete Science-Based Program for Reading Problems at Any Level. New York: Vintage Books.

Shaywitz, S. E., & Shaywitz, B. A. (2020). Overcoming dyslexia: Second edition – A new and complete science-based program for reading problems at any level. New York, NY: Alfred A. Knopf.

Sidiarto, L. (2007). Kesulitan Belajar Membaca (Disleksia). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Simos, P. G., Breier, J. I., Fletcher, J. M., Foorman, B. R., Castillo, E. M., & Papanicolaou, A. C. (2002). Brain mechanisms for reading words and pseudowords: An integrated approach. Cerebral Cortex, 12(3), 297–305.

Snowling, M. J. (2013). Dyslexia: A Very Short Introduction. Oxford: Oxford University Press.

Snowling, M. J., & Hulme, C. (2019). The science of reading: A handbook. Hoboken, NJ: Wiley-Blackwell.

Tarigan, H. G. (2015). Membaca: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

UNESCO. (2017). A Guide for Ensuring Inclusion and Equity in Education. Paris: UNESCO.

Weiner, I. B. (2003). Handbook of Psychology: Educational Psychology. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

West, T. G. (2018). Seeing what others cannot see: The hidden advantages of visual thinkers and differently wired brains. Amherst, NY: Prometheus Books.

Published

2025-10-07