Peran Teman Sebaya dalam Pengambilan Keputusan Berpacaran pada Remaja

Authors

  • Rhiesqi Chintia Fonna Universitas Bina Bangsa Getsempena

Keywords:

Teman Sebaya, Keputusan Berpacaran, Remaja

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara teman sebaya dengan keputusan berpacaran pada remaja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa SMAN di Banda Aceh yang berpacaran dengan jumlah populasi 260 dan sampel berjumlah 70 orang siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment terlihat bahwasannya ada hubungan positif antara teman sebaya dengan keputusan berpacaran. Temuan ini diambil berdasarkan pada coefficient correlation (????x????) = 0,458 dengan taraf signifikansi p = 0,000 < 0,05. Selanjutnya, koefisien determinasi (r²) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen adalah r² = 0,210. Hal ini memperlihatkan bahwasannya teman sebaya memiliki kontribusi terhadap keputusan berpacaran sebesar 21,0%. Hasil uji mean dapat disimpulkan bahwa tergolong sedang dengan nilai mean hipotetik sebesar 57 dan mean empirik sebesar 53,71. Selanjutnya, keputusan berpacaran disimpulkan memperoleh hasil sedang dengan nilai hipotetik sebesar 66 dan empirik sebesar sebesar 66,01.

References

Amaliyah, S. (2024). Peran Psychological Flexibility sebagai Mediator dalam Hubungan Kebersyukuran dan Kesepian pada Mahasiswa Baru yang Tinggal di Asrama. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 1(2), 102–111. https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/about

Agustiani, H. (2006). Psikologi perkembangan: pendekatan ekologi kaitannya dengan konsep diri dan penyesuaian diri pada remaja. Bandung: Refika Aditama.

Anindani, D., G., Hasanah, U., Cholilawati, C. (2015). Hubungan Konformitas Peer Group dengan Perilaku Berpacaran pada Remaja. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 2(1), 58-66.

Hudi, I., Purwanto, H., Defi, K. N., Bintang, P. N., Dewi, S. M., Solehatunisa, & Nuraliffah, W. Y. (2024). Kesehatan Mental Anak di Dalam Keluarga Broken Home. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 4(1), 1–23.

Hurlock, E., B. (2011). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi ke-5). Jakarta: Erlangga.

Nurafifah, S., Daud, M. (2023). Hubungan religiusitas dengan pengambilan keputusan berpacaran pada siswa di MAN 1 Majene. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2(6), 1119–1126.

Rusuli, I. (2022) Psikososial remaja: Sebuah sitensa teori Erick Erikson dengan konsep Islam. Jurnal As-salam, 6(1), 75-89.

Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill.

Saputri, C. A., Fatmawati, F. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pacaran remaja di SMKN 2 Sewon. An Idea Nursing Journal, 1(01), 51–59.

Steinberg, L. (2020). Age of opportunity: Lessons from the new science of adolescence. Houghton Mifflin Harcourt.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wijayanti, A., C., Pahlawan, H., R. (2017). Hubungan antara sikap dan peran teman sebaya dengan perilaku pacaran remaja di kecamatan kartasura kabupaten sukoharjo. Jurnal Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa, 4(3), 206.

Published

2026-02-21