Kesehatan Mental Anak di Dalam Keluarga Broken Home
Keywords:
keluarga, kesehatan mental, broken homeAbstract
Remaja merupakan generasi tangguh yang mampu menciptakan atau membangun negara dimana remaja sehat jasmani dan rohani, mengetahui tentang kesehatan jiwa dan mampu bertahan dalam perubahan zaman. Namun terkait literasi kesehatan mental, masih banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan tersebut. Ketidaktahuan tentang kesehatan mental dapat mempengaruhi keadaan emosional seorang remaja, karena banyak gangguan perilaku seperti kata-kata kasar, bolos sekolah, berkelahi dan minum alkohol merupakan gangguan mental emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan emosional dan mental remaja yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti perceraian orang tua, perundungan, pelecehan seksual, trauma masa lalu dan gaya hidup yang tidak sehat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, yaitu 50 artikel majalah yang terbit pada tahun 2015 sampai dengan 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kesehatan mental generasi muda sangat tinggi terutama pada usia 15 tahun keatas yaitu hingga mencapai 14,7% di dunia, terdapat berbagai faktor dan juga pengaruh dari faktor tersebut, sehingga perlu dilakukan pencegahan khususnya keluarga, karena merupakan sarana yang paling penting. Penelitian ini akan membantu mengidentifikasi penelitian tambahan yang dapat digunakan sebagai batu loncatan bagi peneliti masa depan yang tertarik dengan topik penelitian kesehatan mental remaja.
References
Afriadi, A. I., Juhaepa, & Sarmadan. (2020). Catatan Keluarga Broken Home Dan Dampaknya Terhadap Mental Anak Di Kabupaten Kolaka Timur. Well-Being: Journal of Social Welfare, 1(1), 31–41.
Ayuningtyas, D., Misnaniarti, M., & Rayhani, M. (2018). Analisis Situasi Kesehatan Mental Pada Masyarakat Di Indonesia Dan Strategi Penanggulangannya. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(1), 1–10.
Endriyani, S., Lestari, retno D., Lestari, E., & Napitu, I. C. (2022). GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL DAN DEPRESI PADA REMAJA. Journal Healthcare Nursing, 4(2), 429–434.
Hanafi, M. I., & Sumardi, L. (2023). Dampak Broken Home terhadap Studi Anak di Desa Dasan Lekong. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(2), 881–886.
Hartanti, S. S., & Salsabila, V. (2020). ANALISIS KONDISI FISIK DAN PSIKIS TERHADAP. Jurnal Seminar Edusainstek, 2(1), 563–570.
Kamalah, A. D., & Nafiah, H. (2023). Gejala Mental Emosional dan Upaya dalam Meningkatkan Kesehatan Jiwa Remaja. Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 1(2), 69–72.
Kasingku, J. D., Sanger, A. H., & Gumolung, D. A. G. (2022). Dampak Broken Home Pada Anak Muda Dan Solusinya. Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(4), 313–318.
Kamaludin, K., Widodo, J., Handoyo, E., & Masyhar, A. (2021). Performance of Educational Assessments: Integrated Assessment as an Assessment Innovation during the Covid-19 Pandemic. Turkish Journal of Computer and Mathematics Education (TURCOMAT), 12(6), 2708–2718. https://doi.org/10.17762/turcomat.v12i6.5777
Lestari, S. (2023). Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa (Survei Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XII MA Ma’Arif NU Cimanggu Kabupaten Cilacap). Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 1(1), 32–37. https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/article/view/7
Mahendra, J. P., Rahayu, F., & Ningsih, B. S. (2022). Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun (Studi Kasus Di Tk Sedesa Tegal Maja Lombok Utara). JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala, 7(2), 562–566.
Mailoa, E. O. S., Hermanto, Y. P., & Hindradjat, juliana. (2022). Orang Tua Sebagai Supporting System: Penanganan Anak Remaja Yang Mengalami Depresi. Vox Dei: Jurnal Teologi Dan Pastoral, 3(2), 244–267.
Malfasari, E., Febtrina, R., & Herniyanti, R. (2020). Kondisi Mental Emosional pada Remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(3), 241–246.
Maulana, R. I., & Nurfauzi, Y. (2023). Implementasi Metode Pembelajaran E-Learning Berbasis Google Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas X Akuntansi Axioo SMK Islam Jipang Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes). Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 1(1), 23–31. https://journal.pipuswina.com/index.php/jippsi/article/view/6
Muttaqin, I., & Sulistyo, B. (2019). Analisis Faktor Penyebab Dan Dampak Keluarga Broken Home. Raheema: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 6(2), 245–256.
Nur, H. A., Cahyanti, L., Yuliana, A. R., Fitriana, V., & Pramudaningsih, I. N. (2023). Kesehatan Mental Mahasiswa Dalam Proses Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19. Cendekia Utama Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat, 12(1), 66–74.
Nuraenah, Widakdo, G., Naryati, Aisyah, Fadhillah, H., Adelia, A., & Adelia, M. (2023). EDUKASI KESEHATAN MENTAL (MASALAH PSIKOSOSIAL) PADA REMAJA. [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), 6(10), 4307–4316.
Nurfadilah, N., Rahmadani, A., & Ulum, B. (2021). Profil Sikap Mencari Bantuan Layanan Psikologis pada Mahasiswa. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 12(1), 15–30.
Purnomosidi, F., Ernawati, S., Riskiana, D., & Indriyani, A. (2023). Kesehatan Mental Pada Remaja. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 1–7.
Putri, A. W., Wibhawa, B., & Gutama, A. S. (2015). Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia (Pengetahuan, Dan Keterbukaan Masyarakat Terhadap Gangguan Kesehatan Mental). Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 147–300.
Sigiro, J. S., Alexander, F., & Al-ghifari, M. A. (2022). Dampak Keluarga Broken Home pada Kondisi Mental Anak. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 1(2), 766–775.
Wardani, A. K., Suhariadi, F., & Sugiarti, R. (2022). Dampak Perceraian Terhadap Perilaku Sosial Anak. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 2684–2690.
Yuliasari, H., & Pusvitasari, P. (2023). Mental Health Literacy Ditinjau Dari Big Five Personality Traits Pada Remaja Di Yogyakarta. Jurnal Psikologi Sains & Profesi, 7(1), 1–12.
Zuhriyah, L. F. (2021). Komunikasi Interpersonal Remaja Korban Broken Home Terhadap Kedua Orang Tua Yang Sudah Berpisah. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 11(2), 266–277.
Zulkarnain, Z. (2019). Kesehatan Mental dan Kebahagiaan. Mawa’Izh: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 10(1), 18–38.








